Home / Liga Italia / Curhatan Gervinho untuk Arsenal dan Roma
Curhatan Gervinho untuk Arsenal dan Roma

Curhatan Gervinho untuk Arsenal dan Roma

SoccerGo!, Berita Sepakbola – Mantan pemain depan Arsenal Gervinho menegaskan bahwa bermain di Inggris bukanlah kegagalan bagi dirinya.

Gervinho mencetak 11 gol dalam dua musim dengan Arsenal namun banyak kalangan yang berpendapat bahwa dirinya sewaktu di Emirates Stadium dianggap tidak sukses.

Setelah itu, Gervinho bergabung dengan Roma di musim panas dan telah memainkan peran besar dalam musim mereka sejauh ini, dan dia pun makin berkembang di bawah asuhan pelatih Rudi Garcia, eks pelatihnya di Lille.

“Ketika saya mengambil langkah dari petualangan karir saya di London, itu adalah hal yang positif. Saya selalu bermimpi untuk bermain di Arsenal dan saya memiliki saat-saat yang baik di sana. Ini hanya masalah saya malu karena tidak bermain terlalu sering disana tapi itu bukanlah kegagalan. Setiap liga cocok dengan kualitas saya, saya hanya membutuhkan kepercayaan. Di Liga Premier itu lebih memfokuskan fisik dan instens, sementara di Italia ada kesenjangan yang lebih sedikit.” Kata Gervinho

Gervinho menegaskan bahwa dirinya datang ke Roma karena Garcia.

“Dia tahu saya dengan baik dan tahu bagaimana untuk memberi saya kepercayaan. Jika saya bisa bermain di seluruh karier saya dengannya, itu akan sangat baik untuk saya. Perbedaan mendasar antara Roma dan Arsenal adalah pembinaan. Pelatih saya di sini (Rudi Garcia) memberi saya rasa percaya diri, karena saya tahu dia percaya pada saya. Ketika saya bangun di pagi hari, saya suka datang ke tempat kerja, saya berharap untuk berada bersama orang-orang ini.” tegas Gervinho

Saya bisa duduk di sini dan mengatakan bahwa (keberhasilan saya di Roma) adalah karena Italia, tapi itu tidak terjadi. Ya, disini orang-orang besar, kota yang indah, dan punya gairah sepak bola yang kuat, tapi sebagian kelebihan ini juga ada di Inggirs. Hidup di Italia selalu sama bagi saya. Saya meninggalkan Inggris karena saya tidak banyak bermain. Itu tidak cukup. Saat yang paling sulit adalah berada di bangku cadangan. Itu adalah bagian terburuk bagi saya yang mempengaruhi kepercayaan diri saya.” tutup Gervinho mengakhiri.