Home / Berita Bola / FA Cup / Mengapa Louis Van Gaal Cocok untuk Mengelola Manchester United
Louis Van Gaal

Mengapa Louis Van Gaal Cocok untuk Mengelola Manchester United

Soccergo.net – Bos Manchester United terus mempertontonkan kepiawaiannya dengan serangkaian pertandingan yang mengantarkannya pada kemenangan, seri, dan kalah. Sepertinya itu bisa menjadi alasan kuat mengapa ia pantas ditunjuk sebagai pemimpin dari Setan Merah dan bisa lepas dari bayang-bayang Sir Alex Ferguson.

Pada januari lalu, Van Gaal seakan tidak peduli dengan kehebohan di media akibat serangkaian hasil pertandingan yang dirasa biasa-biasa saja. Meskipun beragam pihak mencoba menghantam, itu tidak menyurutkan tekadnya untuk terus berjuang. Di penghujung bulan Januari lalu, United telah membekukan 6 pertandingan dari berbagai kompetisi dan hanya mengalami satu kekalahan. 3 lainnya adalah kemenangan, sementara 2 lainnya seri. Meskipun berjalannya pertandingan dirasa biasa-biasa saja, namun merupakan sebuah penghargaan tim hanya kalah satu kali.

United masih memiliki pesona kuat untuk FA Cup dan duduk di peringkat ketiga Liga Primer. Yang menarik adalah pesepakbola terbaik masih dalam asuhan Van Gaal dan terus memimpin. Dengan kemenangan 3-1 atas Leicester City, otomatis reaksi publik dirasa berlebihan. Banyak yang berpendapat bahwa tidak seharusnya kesalahan taktik yang bisa dibilang kecil perlu dibesar-besarkan. Secara teknik, permainan taktik Van Gaal mungkin agak meleset dari perkiraan fans dan supporter, namun ia tetaplah pribadi yang berkomitmen terhadap pekerjaan dan tahu apa yang ia lakukan.

Sangat wajar masyarakat sedikit pesimis melihat serangkaian kesalahan yang diperbuatnya dalam beberapa bulan terakhir. Misalnya saja saat pertandingan yang melibatkan Angel Di Maria sebagai striker. Ia meninggalkan Radamel Falcao di bangku dan memutuskan Phil Jones untuk mengambil tendangan sudut. Fans pun bersorak keras dari balik tribun.

Van Gaal dikenal “tajam” dalam keputusannya. Ia secara rutin mengganti formasi dan mencari pengganti yang paling pas. Jika pertandingan tidak berjalan sesuai apa yang diharapkan, ia jarang terlihat seperti orang putus asa akibat menerima kekalahan besar. Ia justru menunjukkan sedikit sikap arogansi menghadap kamera sebagai bukti bahwa ia bukanlah orang yang mudah diperbudak oleh kekalahan dan selalu tampil percaya diri.