Home / Liga Inggris / Jelang Inter Island cup Arema Chronus lebih khwatir dengan antiklimaks

Jelang Inter Island cup Arema Chronus lebih khwatir dengan antiklimaks

SoccerGo!Arema Cronous bakal mengawali Inter Island Cup (IIC) Zona Jawa 3 pada Jumat (10/1) kontra Persepam Madura United. Ini turnamen keempat Arema dalam kurun waktu empat bulan terakhir. Tiga turnamen sebelumnya diakhiri dengan status juara.

Sejak pra musim, klub yang berdiri pada 1987 tersebut memanh langsung menanjak ke level tinggi. Sejak ditangani Suharno pada November 2013, Arema sama sekali belum tersentuh kekalahan. Tapi grafik spektakuler itu bukannya tak menyisakan kekhawatiran.

Antiklimaks menjadi salah satu aspek yang diprediksi menjadi musuh terbesar Arema. Dikhawatirkan banyaknya turnamen dan ujicoba dengan intensitas tinggi serta tekanan selalu menang di pra musim, membawa efek kurang bagus ketika memasuki Indonesia Super League (ISL) nanti.

Menanggapi kekhawatiran ini, Pelatih Suharno mengatakan, telah memikirkan itu sejak jauh hari. Konsekuensi kejenuhan serta kondisi kebugaran menurutnya menjadi konsekuensi logis bagi sebuah tim dengan ambisi besar. Pada satu fase, tentunya ada penurunan performa.

“Grafik naik-turun performa pasti ada di setiap tim. Tidak mungkin sebuah tim terus berada dalam peak performance. Kalau pun ada penurunan level di waktu-waktu tertentu, saya harus memastikan pemain tidak jenuh atau mengalami antiklimaks,” jelas Suharno.

Salah satu langkah untuk mengantisipasi itu adalah menciptakan situasi segar dan enjoy dalam tim selama pra musim maupun ISL nanti. Dia menyatakan tak pernah memberikan tekanan berlebih kepada pemain walau intensitas pertandingan di masa pemanasan sangat padat.

Pemain dibuat rileks dalam setiap pertandingan dan dia melihat sejauh ini situasi di tim sangat menggembirakan. Dia optimistis atmosfir seperti itu bakal bisa dipertahankan hingga kompetisi yang sesungguhnya. Suharno juga tak pernah lupa mengingatkan timnya bahwa pertempuran belum dimulai.

“Kalau sekarang ini Arema secara kualitas sudah bagus, itu berarti semua elemen di tim sudah berjalanan dengan baik dan sesuai rencana. Kami selalu ingat bahwa sekarang belum apa-apa. Peak performance Arema tetap ada di ISL nanti. Saya sudah melakukan kalkulasi,” ulas pelatih asal Jawa Tengah ini.

Kendati gembira dengan performa di ujicoba maupun turnamen sejauh ini, Suharno belum benar-benar puas. Dia baru akan puas ketika timnya bisa menunjukkan superioritasnya di ISL yang dijadwalkan mulai bergulir pada Februari mendatang. “Parameternya jelas ISL,” simpul dia.

Kini dirinya meminta pemain untuk kembali meneruskan tren positif di IIC. Pelatih yang bermah bekerja di Persiwa Wamena tersebut menyebut turnamen ini sebagai persiapan terakhir sebelum berlayar di ISL. Sebagai salah satu tuan rumah, Singo Edan diprediksi bakal menjadi juara Zona Jawa 3.

Selain tuan rumah, grup ini dihuni Persepam Madura United, Persela Lamongan, serta Persija Jakarta. Melihat semua aspek yang ada, terutama persiapan tim, Arema jauh lebih unggul dan percaya diri dibanding tiga tamunya. Semifinal pun tampaknya sudah di depan mata walau turnamen belum dimulai.

Prediksi tersebut bukan tanpa alasan. Di dua turnamen yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Kurnia Meiga dkk sama sekali tak tersentuh kekalahan. Level konfidensi juga tengah berada di puncak setelah mereka berhasil menahan imbang klub Bundesliga Hamburger SV dengan skor 2-2.