Home / Liga Inggris / PSSI butuh 22 orang pemain untuk belajar ke Jepang

PSSI butuh 22 orang pemain untuk belajar ke Jepang

SoccerGo!Kongres Tahunan PSSI di Surabaya juga menghasilkan putusan untuk mengembangkan sepakbola nasional. Konkretnya adalah mengirim 22 orang dari Klub-klub sepakbola untuk belajar ke Liga Jepang, Spanyol, Belanda dan beberapa wilayah di Eropa.

Sekjen PSSI Joko Driyono mengatakan bahwa tahun ini Liga Indonesia akan melakukan seleksi untuk menjaring 22 orang yang kompeten guna dikirim ke luar negeri. Pascabelajar itu, mereka akan dikembalikan ke klub masing-masing. “Mereka orang-orang yang mendapat rekomendasi dari Klub. Karena nantinya akan dikembalikan ke klub,” kata Joko usai launching ISL di Surabaya, Minggu (27/1/2014) malam.

Setelah dari luar negeri, mereka akan memberi masukan perihal semua elemen-elemen liga mulai dari manajemen liga dan klub, pengembangan aspek teknis, pelatih dan pemain. Bahkan, khusus untuk Jepang telah ada kerjasama. Nantinya, akan ada pertukaran pemain. Kata Joko, Liga Jepang saat ini telah menjadi liga terbaik se-Asia. Bahkan, Jepang telah menjadi industri sepakbola.

“Mudah-mudahan ini membawa dampak besar bagi Industri sepak bola di Indonesia,” ujar Joko. Pengiriman League Officer ini akan dilakukan pada bulan Maret dan Juli 2014.

Dengan transformasi, Indonesia diharapkan akan menjadi pelaku industri sepakbola, tidak hanya sebagai sasaran market sepakbola dunia. Sebagaimana diketahui, lanjut Joko, liga-liga di Eropa hampir mendominasi tayangan di Indonesia.

“Saat ini sepak bola sudah menjadi industri. Liga Eropa cukup mendominasi. Kita ingin, tidak sekadar menjadi pasar tapi juga menjadi pelaku,” jelasnya.

Lebih jauh Joko menjelaskan, semua orang bisa ikut program tersebut dengan catatan harus ada rekomendasi dari klub. Kemudian, tim dari liga Indonesia akan melakukan penjaringan. Jika nanti dalam proses penjaringan hanya terkumpul 10 orang saja maka jumlah tersebut yang akan dikirim.

“Tesnya mengenai aspek-aspek di sepakbola termasuk tes bahasa. Hal itu penting karena untuk berkomunikasi saat belajar. Semua biaya ditanggung oleh Liga Indonesia,” paparnya.