Home / Liga Indonesia / Jadwal Final IIC Berantakan, Singo Edan: Sudah Sering Terjadi

Jadwal Final IIC Berantakan, Singo Edan: Sudah Sering Terjadi

SoccerGo!Klub Arema Cronous tidak terlalu kecewa dengan pembatalan laga final Inter Island Cup (IIC) 2014. Meski menyatakan kadung siap berlaga pada 25 Januari di Gelora Delta Sidoarjo, Singo Edan tidak keberatan jika nantinya ada perubahan venue pertandingan.

Rasanya tim berjuluk Singo Edan sudah berpengalaman menghadapi kekacauan jadwal pertandingan. Sebab sebelumnya mereka sudah merasakan kacaunya penentuan venue final East Java Tournament 2013. Nyatanya Arema tetap juara.

“Arema sudah tidak asing dengan kondisi seperti ini. Kini yang terpenting tim tetap siap dan optimistis mendapat hasil terbaik. Dalam ajang East Java Tournament lalu kami juga tak keberatan bermain di Surabaya. Faktanya bisa menjadi juara juga,” kata Pelatih Arema Suharno enteng.

Suharno mengakui tim sebenarnya sudah siap secara mental dan fisik untuk pertandingan kontra Persib Bandung. Skuatnya sangat bergairah ingin menutup pra musim dengan gelar juara IIC yang belum pernah diraih sebelumnya.

Tetapi ternyata situasi berkata lain dan Arema harus menunggu tanpa ada kepastian waktu untuk mengangkat trofi keempat pra musim. Walaupun begitu Suharno pilih berpikir positif, sebab Singo Edan bisa menata stamina untuk memghadapi laga pembuka Indonesia Super League (ISL) menjamu Persijap Jepara.

“Kami telah menjalani 22 pertandingan pra musim dan ini kami anggap sebagai kesempatan beristirahat. Sebab belum ada pemberitahuan jadwal final secara rinci, yang dimana kami berasumsi bahwa pertandingan selanjutnya ya lawan Persijap,” demikian Suharno.

Sampai sekarang memang belum ada agenda pertandingan lain, seperti ujicoba sebelum kick off ISL sepekan lagi. Membahas uraian Suharno tadi, rasanya memang Arema memberi kesempatan skuadnya beristirahat setelah melakoni jadwal padat selama Desember-Januari.

Singo Edan membutuhkan waktu untuk menghela nafas dengan padatnya jadwal pra musim. Beberapa pemain bahkan sempat menjadi korban ambisipra musim karena dihampiri cedera, paling parah adalah Arif Suyono yang absen hingga Februari nanti.

Disamping itu Dendi Santoso, kemudian Purwaka Yudhi serta Benny Wahyudi juga pernah terganggu kebugaran. Situasi seperti itulah yang membuat Singo Edan masih bisa berpikir positif bahwa tim membutuhkan waktu untuk istirahat agar fresh di ISL.

Sementara CEO Arema Cronous Iwan Budianto juga menganggap penundaan jadwal tidak membawa kerugian apa pun untuk Arema. Karena sejak jauh hari Arema berkomitmen tidak akan mengeluhkan situasi, termasuk simpang siur venue final Inter Island Cup.

“Kami sudah siap bertanding di mana saja. Kami bisa lawan siapa saja dan kapan saja. Disisi lain mungkin kerugiannya hanya persiapan tim saja yang terlanjur bersiap ke final. Sementara dari aspek lain tak ada masalah, terlebih pemain bisa istirahat seminggu lebih sebelum ISL.” urai Iwan.