Home / Liga Inggris / Tragisnya Nasib Dua Setan “MU dan Milan”

Tragisnya Nasib Dua Setan “MU dan Milan”

SoccerGo!Setengah kompetisi musim 2013/2014 berjalan, tidak banyak yang bisa dilakukan dua klub raksasa dari Inggris dan Italia, yakni Manchester United serta AC Milan. Kedua tim dengan julukan identik Setan Merah ini masih kesulitan mencari jati diri mereka sebagai tim besar.

Tidak stabilnya performa seakan menjadi teman yang sangat akrab dengan kedua tim. Dimana sekali menang, kemudian imbang dua kali dan kemudian kalah. Kemungkinan itulah gambaran bagaimana pekan demi pekan dilalui United dan Milan di kompetisinya masing-masing. Alhasil kini mereka tercecer bak layaknya tim medioker.

Manchester United misalnya. Dimana pergantian pelatih dari Sir Alex Ferguson ke David Moyes menjadi penyebab kemunduran Setan Merah. David Moyes yang sepanjang kariernya hanya melatih tim medioker nampak kaget dengan kepercayaan yang diberikan manajemen United.

Kesempatan untuk memperkuat amunisi di bursa transfer pun gagal dieksekusinya dengan baik. Berdasarkan sekian banyak pemain top yang tersedia di pasar, David Moyes justru memilih untuk mengejar tanda tangan mantan anak asuhnya di Everton, yakni Marouane Fellaini yang hingga kini masih kesulitan menunjukkan kapasitasnya.

Sedangkan beberapa pemain muda bertalenta seperti Wilfried Zaha justru disia-siakannya. Cuma Adnan Januzaj, salah satu pemain muda yang diorbitkannya di musim ini.

Posisi lini depan, striker Wayne Rooney dan Robin van Persie seakan tak punya pelapis yang sepadan. Untuk Danny Welbeck masih angin-anginan. Hasilnya United kerap gagal meraih hasil positif ketika dua striker andalannya itu tidak bisa bermain.

Kenyataan konkretnya, Manchester United baru saja tersingkir dari pentas Capital One Cup usai disingkirkan tim papan bawah Sunderland lewat drama adu penalti. Belakangan United sudah lebih dulu tersingkir di FA Cup. Tentunya ancaman nirgelar pun membayangi.

Sekarang Setan Merah masih berkompetisi di Premier League dan Liga Champions. Tetapi kans untuk jadi juara di ajang tersebut rasanya sangat sulit. Terlebih untuk mengejar satu tiket ke Liga Champions musim depan, Manchester United juga harus berjuang ekstra keras sambil berharap bantuan dewi fortuna.

Pada pentas Premier League, peluang dan ambisi mempertahankan mahkota sudah sangat sulit direalisasikan lantaran sudah menelan tujuh kekalahan dan kini tercecer di posisi tujuh klasemen dengan selisih mencapai 14 poin dengan Arsenal yang tampil konsisten.

Sementara di Liga Champions, kesempatan United berjaya lebih sulit lagi. Kendati berpotensi lolos ke babak perempatfinal, sesudah hanya bersua Olympiakos di babak 16 besar, tetapi untuk jadi juara nampaknya sulit jika harus bersaing dengan tim-tim kuat macam Barcelona, kemudian Real Madrid, serta PSG atau sang juara bertahan Bayern Munich.

Disisi lain nasib serupa juga dialami raksasa Italia AC Milan.Kubu I Rossoneri juga terancam gagal merebut satu gelar juara pun di musim ini usai tersingkir dari ajang Coppa Italia.

Dimana pergantian pelatih dari Massimiliano Allegri ke Clarence Seedorf belum menunjukkan tanda-tanda positif. Malahan dari kacamata para petinggi Milan terlihat lebih berjudi dengan memilih mantan gelandang Milan yang baru pensiun dan belum punya pengalaman apapun di level kepelatihan.

Tanda – tanda tidak matangnya Seedorf sebenarnya sudah terlihat dalam laga debutnya di kala Milan berhadapan dengan Hellas Verona. Dalam laga tersebut, lelaki Belanda ini tidak banyak membawa perubahan dalam permainan Milan yang dominan tapi kurang tajam. Alhasil Milan cuma menang 1-0, itupun lewat gol penalti Balotelli di penghujung laga.

Dalam pentas Serie A, kesempatan Milan untuk merebut scudetto bisa dibilang sudah musnah lantaran terpaut 30 poin dari Juventus. Sedangkan untuk mengejar satu tiket Eropa, AC Milan juga tak berada dalam posisi yang bagus. Il Rossoneri masih terpuruk di urutan 11 klasemen sementara dengan selisih 18 poin dengan Napoli di posisi tiga (zona playoff Liga Champions).

Sekarang satu-satunya yang masih cukup terbuka adalah di Liga Champions. Tetapi mengingat konsistensi Milan yang buruk rasanya sulit bagi tim peraih tujuh titel Liga Champions itu melewati hadangan Atletico Madrid di babak 16 besar.Terlebih Atletico saat ini tengah menunjukkan performa yang sensasional. Bila pun bisa melewati Atletico, AC Milan akan mendapat ujian yang lebih berat lagi, yaitu dari tim-tim ‘kelas berat’ macam Real Madrid, kemudian Barcelona, serta PSG dan sang juara bertahan Bayern Munich.

Suporter United dan Milan sepertinya harus mulai legowo melihat tim kesayangannya tidak ambil bagian di kompetisi Eropa musim depan.