Home / Liga Indonesia / Tundukkan Sriwijaya, Singo Edan Melaju ke Pertandingan Puncak

Tundukkan Sriwijaya, Singo Edan Melaju ke Pertandingan Puncak

SoccerGo!Sebiji gol Christian Gonzales ke gawang Sriwijaya FC di injury time babak pertama, pda akhirnya membawa Arema Cronous menapakkan kakinya ke final Inter Island Cup (IIC). Dalam pertandingan di Stadion Kanjuruhan, hari Selasa 21 Januari malam, Singo Edan menang tipis dengan skor 1-0.

Raihan tiga angka membuat Arema melesat sebagai juara Grup A babak delapan besar IIC dengan koleksi 7 poin. Sementara Barito Putra yang sebelumnya memuncaki klasemen harus puas berakhir menjadi runner up grup dengan 5 poin setelah hanya bermain imbang 0-0 lawan Perseru Serui di laga sore harinya.

Singo Edan bakal menunggu juara dari Grup B sebagai lawan di final yang digelar di Gelora Delta Sidoarjo, hari Sabtu 25 Januari. Untuk Grup B sendiri baru akan mengakhiri babak delapan besar pada Rabu 22 Januari dan belum ada tim yang dipastikan lolos ke final.

Dalam laga di Stadion Kanjuruhan, tuan rumah Arema sangat layak memenangi laga jika melihat proses di lapangan. Skuat berjuluk Singo Edan tampil sempurna, dengan menyerang total dan bertahan disiplin, meski hasil akhir hanya memunculkan satu gol.

Semenjak babak pertama Sriwijaya FC nyaris tak memberikan tekanan yang membahayakan. Klub asal Palembang itu kesulitan bangkit dari tekanan yang dilakukan tuan rumah. Dapat dilihat jelas Arema tidak ingin malu seandainya tidak menang dan tersingkir di rumah sendiri.

Winger muda Irsyad Maulana menjadi pemain dengan kontribusi cemerlang untuk Arema. Kendati harus menerima kartu kuning karena diving di menit 35, memang dia akhirnya membuka assist untuk Christian Gonzales di penghujung babak pertama. Pemain ini uga sempat merepotkan pertahanan Sriwijaya FC.

Tidak terbantahkan, alselerasi dan mobilitas serta determinasi Irsyad menjadi kunci permainan Arema malam itu. Perlu digarisbawahi pula adalah kinerja pertahanan yang jauh lebih baik dibanding kala menghadapi Barito Putra. LYang mana lini belakang lebih awas dalam membatasi gerak pemain lawan.

Kubu Sriwijaya FC sebenarnya juga memiliki momentum bagus dengan masuknya Syamsir Alam di babak kedua. Sebetulnya di fase inilah Laskar Wong Kito mempuyai kans untuk menyamakan skor. Namun tanpa kehadiran Lancine Kone membuat Sriwijaya FC seperti kurang bertaji.

Untuk Sriwijaya, hasil kekalahan ini menjadikan rekor kekalahan di Stadion Kanjuruhan semakin panjang. Dimana empat pertemuan dalam semusim terakhir baik di Indonesia Super League dan turnamen pra musim maupun ujicoba, skuat asal Sumatera Selatan tak sekali pun mendapat kemenangan.