Home / Liga Inggris / Tuan Rumah Babak 8 Besar IIC Dalam Tekanan Berat

Tuan Rumah Babak 8 Besar IIC Dalam Tekanan Berat

SoccerGo!Klub kuat Arema Cronous tiba-tiba menghadapi situasi rumit di babak delapan besar Inter Island Cup (IIC). Terjerumus di peringkat dua klasemen sementara Grup A, Singo Edan diwajibkan menang atas Sriwijaya FC di laga terakhir pada Selasa 21 Januari. Apakah itu cukup? Ternyata belum.

Keberhasilan alias tiga angka belum menjamin Singo Edan mulus melenggang ke partai puncak IIC tahun ini. Tim tuan rumah masih meminta bantuan pada Perseru Serui agar bisa mengalahkan Barito Putra di laga lainnya. Sementara Barito masih memimpin klasemen dengan keunggulan surplus gol.

Ditambah lagi Arema harus berhitung pada kekuatan Sriwijaya FC yang baru saja membanjiri Perseru Serui dengan delapan gol tanpa balas. Pastinya mental Singo Edan benar-benar bakal diuji di laga terakhir Grup A ini. Sambil berdoa Perseru tidak lagi menjadi lumbung gol saat meladeni Barito Putra di laga sore harinya.

Juru latih Arema Cronous Suharno tak menampik situasi yang dihadapi timnya sangat tidak mudah. Singo Edan harus berhitung dengan hasil pertandingan lain sekaligus kondisi fisik pemain yang kelelahan. Sampai berita ditulis, sudah ada tiga pemain kondisinya masih dalam masa pemulihan.

“Dendi Santoso pemulihan cedera. Sementara untuk Benny Wahyudi dan Purwaka Yudhi juga baru pulih dari sakit. Pastinya saya jelas berharap kebugaran pemain pulih saat menghadapi Sriwijaya FC. Rintangan terbesar Arema memang kelelahan. ” jelas Suharno, pada hari Senin (20/1/2014). Masalah kans ke final, hingga kini dirinya masih yakin Arema bakal lolos.

Lini pertahanan menjadi pekerjaan rumah bagi pelatih asal Klaten Jawa Tengah. Tidak hadirnya Benny Wahyudi dan Purwaka Yudhi terbukti tak bisa diantisipasi kala ditahan Barito Putra 2-2. Disisi lain kwartet Victor Igbonefo, kemudian Thierry Gathuessy, serta Johan Alfarizi dan Munhar di pertahanan masih sangat rapuh.

Peluangnya adalah Arema bakal menurunkan komposisi yang sama saat lawan Sriwijaya FC. Yang mana satu-satunya opsi adalah memasukkan Gilang Ginarsa ke posisi fullback kanan dan mengembalikan Thierry Gathuessy sebagai bek tengah. Disamoing itu tak ada pilihan lain bagi Suharno untuk menyiasati pertahanannya.

Masalah kekuatan Sriwijaya FC yang baru saja berpesta gol, pelatih Suharno tidak begitu terganggu. Baginya banyak faktor yang menyebabkan Laskar Wong Kito bisa menang besar, seperti salah satunya rotasi yang berlebihan dari kubu Perseru Serui dengan mengganti sekitar delapan pemain utamanya.

Sedangkan bagi Sriwijaya FC, laga ini menjadi kesempatan untuk membalas kekalahan 3-1 di East Java Tournament 2013 silam. Skuat arahan Subangkit dalam kondisi bagus setelah menggilas Perseru Serui 8-0. Dapat menyingkirkan Arema dari turnamen IIC sudah menjadi pembalasan manis bagi tim Sumatera Selatan.

Namun di laga terakhir ini Sriwijaya FC tidak akan bisa diperkuat pemain terbaiknya Lancine Kone. Striker yang mencetak lima gol ke gawang Perseru Serui itu masih dalam perawatan di rumah sakit Hermina Malang karena cedera. Dimana cedera itu buntut dari keputusan yang terlalu memaksa.