Home / Liga Inggris / Striker Chelsea yang Bangkit dari Kubur (Keterpurukan Umur)

Striker Chelsea yang Bangkit dari Kubur (Keterpurukan Umur)

SoccerGo! Tidak stabilnya permainan sepertinya masih setia bersama Manchester United. Sesudah sempat mengalahkan Swansea City di pekan 21, skuat arahan David Moyes tidak bisa berbicara banyak kala bertandang ke Stamford Bridge markas Chelsea, pada dini hari tadi.

Kemudian apa pasal, kubu The Red Devils harus mengakui keunggulan The Blues yang bermain lebih efisien dan taktis. Bahkan yang cukup menyita perhatian adalah tiga gol yang bersarang di gawang De Gea adalah ulah dari Samuel Eto’o. Penyerang yang tidak muda lagi itu sukses membuat Moyes berpikir keras untuk sesegera mungkin melakukan perubahan di United.

Samuel Eto’o sendiri membuka gol pertama lewat aksi individunya yang memukau. Sesudah sempat melakukan pergerakkan untuk mengecoh bek, mantan penyerang Barcelona itu melepaskan sepakan keras dan bola yang sempat mengenai kaki Michael Carrick itu langsung menghujam deras di pojok gawang United.

Sementara gol kedua, pria asal Kamerun itu memanfaatkan umpan Garry Cahill di mana Eto’o mampu berdiri bebas di depan mulut gawang United tanpa pengawalan yang berarti. Samuel Eto’o pun tanpa tedeng aling-aling meneruskan bola dengan tenang. Untuk gol ketiga, memang sedikit berbau keberuntungan. Yang dimana bola yang sempat mengarah ke gawang United tidak bisa ditangkap dengan sempurna oleh De Gea, Samuel Eto’o yang sudah dijaga oleh Antonio Valencia masih mampu mencetak gol karena bola jatuh tepat di posisi kaki Eto’o.

Sehingga dari penjabaran di atas itu baru menggambarkan sedikit aksi Eto’o di lapangan. Sebab masih terlalu banyak hal yang bisa ditelisik lagi tentang kehebatan Eto’o. Terdapat hal yang istimewa juga terjadi pada laga pekan ke-22 tersebut. Memang Samuel Eto’o sukses mencatatkan namanya menjadi pemain keempat sepanjang sejarah yang bisa mencetak hattrick ke gawang United.

Pesepakbola yang sudah pernah melakukan hal yang dilakukan Eto’o adalah David Bentley (Blackburn Rovers, 2006), kemudian Dirk Kuyt (Liverpool, 2011) dan Romelu Lukaku (West Brom, 2013).

Selanjutnya sepak terjang Eto’o bersama The Blues memang patut diacungi jempol. Pernah diragukan tidak terlalu bersinar bersama Chelsea, namun Samuel Eto’o seakan membuktikan bahwa dirinya masih memiliki taji yang mematikan bagi setiap lawan-lawan yang akan dihadapi.

Terlebih juru taktik Chelsea, yakni Jose Mourinho tak ragu menyebutkan bahwa kemenangan atas United adalah momentum fantastis Eto’o. Alasannya bukan hal yang mudah mencetak tiga gol ke gawang United.

“Tentu. Pastinya saya bahagia ketika salah satu pemain saya menjadi pemain special di pertandingan. Sebab ini adalah momen fantastis buat Samuel. Dia sungguh menunjukkan kualitasnya kepada semua orang.” papar Mourinho.