Home / Liga Indonesia / Inilah Tanggung Jawab Yang Besar dari Pelatih Persegres

Inilah Tanggung Jawab Yang Besar dari Pelatih Persegres

SoccerGo!Juru taktik Persegres Gresik United Agus Yuwono dalam tekanan berat bahkan sebelum Indonesia Super League (ISL) dimulai. Yang dimana beban pelatih yang menggantikan Widodo C Putro di Stadion Petrokimia tersebut semakin berat seiring rentetan hasil negatif di Inter Island Cup (IIC) lalu.

Ditambah lagi manajemen sudah memberikan warning kepada tim agar memperbaiki kinerja sebelum kompetisi dimulai. Kendati tekanan tidak langsung ke diri Agus Yuwono, tetapi dia bertanggungjawab penuh terhadap kinerja tim. Pelatih baru inipun merasa dirinya dalam tekanan dengan hasil selama pra musim.

“Pra musim adalah masa persiapan tim. Masa untuk melihat kelemahan di tim yang kemudian diperbaiki. Namun tampaknya hasil di turnamen pra musim sudah dijadikan parameter kualitas Persegres. Tentunya ini yang sebenarnya saya kurang sepakat. ” ujar Agus Yuwono, pernah menangani Persik Kediri dan Persidafon Dafonsoro.

Meskipun diliputi beban, rupanya Agus tidak ingin timnya kehilangan fokus jelang bergulirnya kompetisi ISL. Agus Yuwono mengkhawatirkan pemainnya tidak bisa mengeluarkan kemampuan terbaik jika tuntutan untuk menang di setiap pertandingan terus dihembuskan. “Pada akhirnya tim akan sulit berkembang,” katanya.

Sesuai dengan informasi dari Gresik, arsitek ternyata bukan pihak yang benar-benar berkuasa di tim Laskar Joko Samudro. Pelatih Agus Yuwono tidak leluasa mengatur transfer pemain maupun mengagendakan jadwal pra musim. Pihak manajemen sering melakukan overlap tanpa koordinasi dengan staf pelatih.

“Ada beberapa pemain yang direkrut tanpa pembicaraan dengan staf pelatih. Anehnya yang tahu kebutuhan tim dan kualitas pemain adalah para pelatih. Jadwal ujicoba juga manajemen yang menentukan tanpa komunikasi dengan pelatih. ” demikian tutur salah satu sumber di internal Persegres.

Pusat tersebut membenarkan adanya warning dari manajemen terkait kegagalan di turnamen IIC. Pihak manajemen ingin tim Persegres langsung bereaksi positif dan mendapat kemenangan di laga berikutnya. “Warning itu dilontarkan CEO Persegres (Asroin Widiana),” ujar sumber tadi.

Situasi tersebut jelas kurang sehat bagi Persegres yang ingin memperbaiki prestasi musim ini. Tempat Agus Yuwono sebagai pelatih rawan dikorbankan jika sedikit saja meleset dari kemauan manajemen. Hal itu sudah terbukti ketika Persegres mencopot pelatih Suharno musim lalu.

Kenyataan lain yang mendukung adalah tradisi berganti pelatih hingga enam kali dalam dua musim terakhir. Klub kesayangan Ultras ini sebelumnya pernah memakai jasa Freddy Muli, kemudian Widodo C Putro serta Wolfgang Pikal. Tidak mustahil tradisi tersebut berlanjut musim ini jika Agus Yuwono tak memberikan kemenangan demi kemenangan.