Home / Liga Indonesia / Singo Edan Tebar Ancaman di IIC

Singo Edan Tebar Ancaman di IIC

SoccerGo! – Arema Cronous benar-benar menjadi tuan rumah yang tak ramah di Inter Island Cup (IIC) Zona Jawa II. Alasannya tidak secuil poin pun diberikan kepada para pesaingnya.

Skuat asuhan Suharno itu mencatatkan hasil sempurna di enam laga. Maklum saja Arema menatap babak delapan besar dengan rasa percaya diri yang tinggi.

Mengalahkan Persepam Madura United, kemudian Persela Lamongan dan terakhir Persija Jakarta, yang sekaligus memperpanjang rekor tak pernah kalah di Stadion Kanjuruhan. Juru latih Arema Suharno pun sumringah menatap babak delapan besar yang rencananya dipertandingkan, pada 18 Januari nanti.

Arsitek asal Klaten Jawa Tengah, tidak merisaukan lawan yang bakal dihadapi pada fase berikutnya. Pelatih Suharno optimistis stabilnya penampilan Singo Edan bakal mampu berlanjut ke partai final. “Secara teknis maupun mental, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Singo Edan siap untuk delapan besar. ” kata Suharno.

Melirik pembagian grup yang disusun untuk babak delapan besar, Singo Edan sebagai Juara Zona Jawa 2 bakal berseteru dengan Juara Zona Sumatera, kemudian Juara Zona Kalimantan serta Runner Up Zona Papua-Sulawesi. Sampai sekarang belum ada konfirmasi soal venue delapan besar, meski ada kabar Stadion Manahan Solo tengah disiapkan untuk perhelatan tersebut.

Pelatih Suharno juga tidak mempersoalkan pertandingan digelar di tempat netral. Sang arsitek membeberkan bukti bahwa timnya memiliki mental tangguh di mana pun berlaga, seperti saat memenangkan trofi East Java Tournament di Surabaya serta menjuarai Trofeo Persija di Jakarta pada akhir 2013 lalu.

“Saya tidak mau sombong bahwa Arema tidak akan terkalahkan. Bahkan saya hanya optimistis tim memiliki motivasi dan spirit sangat tinggi untuk terus lebih baik. Skuat saya juga menyadari bahwa tahap berikutnya akan jauh lebih berat. ” tutur Suharno.

Tim sanjungan Aremania beruntung memiliki jeda pertandingan yang lumayan lega. Sesudah menuntaskan fase grup pada Senin (13/1), Beto Goncalves dan rekan memiliki waktu efektif empat hari untuk memulihkan stamina. Pelatih Suharno juga memberikan waktu libur sehari, pada hari Selasa 14 Desember.

Membahas rotasi pemain, Singo Edan bisa dianggap telah lolos ujian berat dalam mengganti komposisi pemain. Kendati rotasi yang diberlakukan tidak sampai mengganti total 11 pemain, namun dari sisi permainan hampir tidak bisa dibedakan. Itu artinya Suharno sukses mempertahankan mutu permainan dengan pemain berbeda.

Sementara kapten tim Arema Ahmad Bustomi menyatakan dia dan rekan-rekannya siap memberikan permainan lebih baik di babak delapan besar. Setelah melewati ujian pertama dengan mengalahkan Persija, kemudian Persela dan Persepam, baginya Arema dalam posisi bagus untuk meneruskan tren positif.

“Hasil yang telah dicapai Arema memberikan efek positif pada kepercayaan diri pemain. Para pemain tentu ingin memberikan yang lebih baik untuk Aremania. Masalah siapa saja lawan di babak delapan besar, tim ini tidak takut dan sangat siap menghadapi mereka,” kata Bustomi.