Home / Liga Inggris / Striker Maut Liverpool Mengaku Kini Lebih “Santun” di Lapangan

Striker Maut Liverpool Mengaku Kini Lebih “Santun” di Lapangan

SoccerGo!Penyerang bengal penuh skill dan insting membunuh di lini pertahanan lawan milik Liverpool, yakni Luis Suarez, memang sudah diketahui sebagai penyerang kontroversial. Bahkan sudah terlihat dan dikenal bersama jika beragam aksi tidak terpuji menyertai perjalanan karir ujung tombak asal Uruguay tersebut. Kemudian yang terheboh adalah insiden gigitan terhadap bahu pemain bertahan Chelsea, yakni Branislav Ivanovic. 
Luis Suarez menuai berbagai hujatan akibat kejadian tersebut. Terlebih media-media di Inggris sudah menggambarkan Suarez dengan rahang ikan hiu. Kejadian dan perbuatan tercela tersebut juga membuat Suarez harus menerima sanksi berupa larangan bertanding sebanyak 10 laga dari FA. Tentunya kejadian itu sudah membuat sang striker seperti didera cukup banyak masalah karena tidak disiplinnya dan kurang terkontrolnya emosi striker asal Uruguay tersebut.

Kemudian belum lagi aksi culas Suarez dalam mewujudkan ambisinya mencetak gol. Penyerang yang sudah berusia 26 tahun itu dikenal suka menghalalkan segala cara untuk mencatatkan namanya di papan skor, yang termasuk bila harus  menggunakan tangannya. Sehingga tidak jarang aksi ini tidak terendus wasit. Namun itulah Suarez. Dia adalah salah satu striker yang dapat menipu wasit, pemain bertahan lawan maupun kiper dengan skill dan intrik – intrik yang dapat membuat lawan – lawannya hanya bisa pasrah dan menuntut kepada wasit atas apa yang dilakukan pemain berjuluk Il Pistoro tersebut.

Eks pemain Ajax Amsterdam itu menyadari jadi pemain yang temperamental. Tetapi Luis Suarez mengaku telah berubah dan berusaha bersikap lebih baik.

“Temperamen, kemudian sikap, serta hasrat dan kelaparan saya selama di lapangan akan selalu seperti ini dan akan berlanjut seperti itu. Saat ini saya tahu harus mengontrolnya. Saya harus berubah. Saya penuh skill namun semuanya akan lebih lengkap jika saya dapat memperbaiki sikap saya dilapangan maupun diluar lapangan. Tepatnya sekitar dua pekan lalu, sepakan saya membentur mistar dan bola rebound jatuh dekat di tangan saya. Kemudian saya sempat ingin menyentuhnya, tetapi saya putuskan berhenti. ” bebernya.
Bagi Luis Suarez, bila hal ini terjadi dua bulan lalu, maka hasilnya akan berbeda. “Saya pasti akan mengambilnya. Sebab kebiasaan-kebiasaan ini tertanam dalam diri saya, tetapi saya mengatakan sedang berub. ” katanya.

Luis Suarez diharapkan akan memperkuat Liverpool saat bertemu Stoke City, pada 12 Januari 2014. Sangat mnarik menunggu bukti omongan Suarez dalam laga yang digelar di Britannia Stadium tersebut. Akankah dia akan bersikap dan bertindak lebih baik jika dibandingkan dengan aksi – aksinya yang sebelumnya dia lakukan.