Home / Timnas / Gawat… Timnas U-19 Kembali Kehilangan Beknya. Siapa Ya???

Gawat… Timnas U-19 Kembali Kehilangan Beknya. Siapa Ya???

SoccerGo! – Bek timnas U-19 Muhammad Sahrul Kurniawan masih berkutat dengan cedera yang dialaminya pasca tes fisik terakhir di Batu, Malang. Sekarang bek lainnya Febly Gushendra diketahui juga dibekap cedera. Tentunya fakta ini menjadi pukulan telak bagi Indra Sjafri, pelatih yang merupakan pelatih kepala timnas Garuda Muda ini. 

Gushendra sudah absen latihan sedangkan Sahrul tidak ikut dalam internal game yang diprogramkan tim pelatih, tepatnya pada pusat pelatihan di Yogyakarta, hari Sabtu (11/1/2014) pagi.

“Sahrul hari ini sudah ikut latihan. Namun itupun hanya sprint saja. Sedangkan untuk internal game dia engga ikutan. Dia belum bisa melakukan hal itu. Latihan itu membutuhkan kondisi pemain yang prima dan siap berlatih seratus persen. Sayangnya untuk Sahrul kegiatan itu masih belum bisa dilakukan, untuk mengantisipasi cedera lanjutan yang terjadi, jika kegiatan tersebut tetap dilakukan. ” kata Dokter timnas U-19, Alfan Nur Asyhar.

“Kalau Febly karena cedera baru kemarin, sehingga dia tidak ikut latihan. Pada awalnya hanya 28 pemain yang latihan, yang termasuk Sahrul. Sekarang timnas sangat butuh latihan dan uji coba guna kembali keajang pertarungan yang sebenarnya. Namun jika kondisi pemain masih belum terlalu fit, hal itu tidak akan ada gunanya untuk dilakukan lagi. ” sahut dia.

Kurniawan Sahrul sudah mengalami cedera pada bagian bokong sebelah kanan, sedangakn untuk Febly mengalami cedera pada otot di bagian lipatan bagian paha sebelah kanan.

Diungkapkan Alfan, bahwa keduanya sampai hari ini masih tetap menjalani terapi. Diinginkan tepatnya pada Senin (13/1) mereka sudah bisa mengikuti latihan.

“Mudah-mudahan dalam waktu tiga hari kedepan, kedua pemain ini sudah bisa bergabung dengan pemain lain. Sebab kita ada waktu libur latihan, yakni hari Minggu dan Senin pagi. Sehingga mereka berdua bisa lebih intens untuk melakukan terapinya. Kami disini mengharapkan perkembangan terbaik yang bisa mereka berikan untuk tim ini. ” terangnya.

Kemudian Alfan juga berharap agar adanya keterbukaan dari para pemain dengan tim medis. Alasannya dari pengalaman sebelumnya para pemain enggan menceritakan terkait kondisinya karena masih terlibat dalam seleksi tim.

“Ya mereka khawatir jika sakit akan dicoret. Sehingga nyeri sedikit didiamkan saja. Hal itu sebenarnya sudah salah. Sebab sekecil apapun cedera yang dialami mereka harus segera mendapatkan penanganan terbaik. Anehnya juga efeknya bisa membuat sakit lebih lama, bahkan efeknya kepada program latihan mereka sendiri. Hasilya tentu dicoret juga, sebab cedera parah buat apa. Jadi sekarang kita sedang menerapkan hal itu kepada pemain, faktor keterbukaan pada tim medis itu sudah sangat penting. ” tutup Alfan.