Home / Liga Inggris / Siapa Yang Siap Menggantikan Louis Van Gaal?
Siapa Yang Siap Menggantikan Louis Van Gaal

Siapa Yang Siap Menggantikan Louis Van Gaal?

Soccergo.Net – Louis Van Gaal tetap dalam posisinya sebagai kapten Manchester United. Keberuntungan sepertinya tidak berpihak padanya dalam beberapa bulan terakhir. Kesalahan demi kesalahan membuatnya mendapatkan kritik pedas dari berbagai pihak. Jika seandainya ia harus diganti, kira-kira siapa yang paling cocok untuk menggantikan posisinya?

Selama ini MU sudah kadung lekat dengan Sir Alex Ferguson, pria yang sudah selama 27 tahun membina klub Setan merah. Selama periode kerjanya tersebut, ia telah menorehkan banyak prestasi membanggakan, diantaranya adalah 5 Piala FA, 4 Piala Liga, 13 trofi Liga Premier Inggris, dan 2 Liga Champions. Sejak ditinggalkan pelatih utamanya, tim seperti kesulitan menemukan kekompakan kembali dengan pelatihnya. Sebalum Van Gaal, sebenarnya sudah ada nama David Moyes yang ditunjuk langsung oleh Ferguson.

Setelah beberapa waktu dan dirasakan tidak ada perubahan signifikan, ia pun akhirnya didepak dari tim dan digantikan oleh Louis van Gaal. Hal yang sama terulang kembali. Sepertinya MU masih belum menemukan keselarasan dengan pelatihnya yang berbuah pada permainan optimal seperti saat kebersamaan MU-Ferguson dulu. Ia bersikeras menerapakan pola permainan 3-5-2 yang mengantarkannya pada serangkaian kekalahan. Tak heran, banyak fans fanatik MU ingin agar pelatih aktif tersebut dikeluarkan dari tim.

Ryan Giggs adalah salah satu kandidat kuat. Di tangan Giggs, performa tim cukup bagus. Saat ini posisinya adalah sebagai asisten pelatih membawahi Van Gaal. Kandidat kuat lain yang dirasa cukup baik sebagai penerus Gaal adalah Gary Neville. Ia sebenarnya sudah pensiun dari dunia sepak bola sejak 2011 lalu dan saat ini lebih memilih karir sebagai penulis dan komentator. Namun jika ada yang memintanya untuk kembali, kenapa tidak?

Jose Mourinho sempat digadang-gadang sebagai penerus Ferguson, namun akhirnya batal karena banyak yang menilai perangainya kurang baik. Posisi tersebut akhirnya jatuh ke tangan Moyes. Namun ternyata sebagai pelatih dibutuhkan lebih dari sekedar perangai baik. Ini dibuktikan setelah MU dalam besutan Moyes, permainan mereka terasa kurang gemilang, sangat berbeda dengan Mourinho yang sukses mengantarkan timnya di Inggris, Italia, dan Spanyol.

Saat ini ia masih mengurusi Chelsea, namun ia pernah berujar bahwa memimpin MU adalah impian terpendamnya sejak lama. Dengan begitu, jika ada peluang untuk kembali, mungkin kombinasi ini akan menjadi lebih baik daripada yang sebelumnya.